Sebelum Berqurban, Pahami Cara Memilih Hewan Qurban yang Digunakan untuk Berqurban! Qurban merupakan suatu kegiatan yang dilakukan setelah sholat ied di Hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Islam. Setelah melaksanakan sholat ied, biasanya hewan ternak akan disembelih menurut hukum dan syariat Islam. Dalam pengertian harfiah, qurban bisa diartikan sebagai hewan sembelihan.
Pemilihan Hewan Qurban Berdasarkan Syariat Islam
Setelah melaksanakan Hari Raya Idul Fitri, dalam Bulan Dzulhijjah menurut kalender Islam, umat Islam akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha. Sebelum pelaksaannya, biasanya akan banyak ditemui penjual hewan ternak seperti kambing dan sapi. Hewan-hewan ini nantinya akan diqurbankan setelah semua umat Islam telah melaksanakan sholat ied. Qurban ini hukumnya sunnah, namun dianjurkan jika memang mampu melaksanakannya.
Pelaksanaan qurban sudah ada pada zaman Nabi dan Allah juga berfirman dalam surat Al-Kautsar dan surat Al-Hajj. Hewan qurban yang biasanya digunakan adalah hewan ternak seperti kambing, sapi dan unta. Tapi di Indonesia, hewan yang paling sering digunakan ketika qurban adalah sapi dan kambing. Jika telah berniat qurban, maka sebaiknya pahami beberapa cara memilih hewan yang akan diqurbankan menurut syariat Islam berikut.
Menurut Syariat, Hewan Qurban yang Digunakan Harus Merupakan Hewan Ternak
Pastikan bahwa hewan yang dipilih merupakan hewan ternak seperti domba, unta, sapi dan kambing. Pernyataan ini tertera di dalam Al-quran surat Al-Hajj di ayat 34. Jika memilih kambing, sebetulnya ada jenis kambing yang paling utama, yaitu jenis kabsy. Kemudian juga perhatikan dari kepemilikan dari hewan yang akan dijadikan qurban, jika didapatkan dari hasil yang tidak halal, maka qurban tidak sah.
Perhatikan Bahwa Hewan yang Digunakan untuk Qurban adalah Hewan yang Sehat
Selain memilih hewan ternak, pastikan juga bahwa hewan yang akan digunakan untuk qurban adalah hewan yang sehat fisiknya dan tidak ada kekurangan sesuatu apapun (tidak cacat). Bahkan telah dirincikan bahwa secara fisik, hewan qurban yang dipilih harus memiliki bulu yang bersih, lincah, badan terlihat gemuk, memiliki nafsu makan yang baik, lubang kumlah yang bersih dan normal serta memiliki suhu badan yang normal.
Rasulullah juga telah memberikan rincian mengenai syarat hewan yang tidak boleh akan digunakan untuk qurban. Diantaranya adalah, mata hewan yang tidak normal dan mengalami buta pada mata di salah satunya; kemudian mengalami pincang di bagian kaki salah satunya; serta badan yang sangat terlihat kurus.
Selain itu, kriteria dan syarat lain hewan qurban yang tidak boleh digunakan adalah tidak sempurnanya bagian telinga dan ekor serta daging yang rusak atau hewan tersebut tidak ada sumsum tulang belakangnya. Hal ini perlu dicermati karena jika terdapat suatu kekurangan dalam fisik, maka qurbannya tidak sah.
Usia Hewan Masuk dalam Usia yang Dianjurkan
Selanjutnya pastikan bahwa usia hewan yang akan dijadikan qurban masuk dan sesuai dengan minimal usia yang telah ditetapkan. Seperti domba di usia 6 bulan (memasuki bulan ketujuh), kambing di usia 1 tahun (memasuki tahun kedua), sapi di usia 2 tahun (memasuki tahun ketiga) dan unta di usia 5 tahun (memasuki tahun ke enam).
Batas usia hewan qurban ini merupakan batas usia minimalnya, sehingga jika melebihi usia ini artinya boleh. Namun, alangkah baiknya jika tidak memilih yang sudah terlalu muda karena daging hewan akan lebih keras.
Untuk memastikan umur atau usia dari hewan, maka bisa dilihat dari gigi hewan tersebut. Misalnya saja pada sapi, 2 buah gigi susu di bagian depan akan lepas ketika sapi berumur 22 bulan sedangkan untuk kambing akan lepas 2 buah gigi susunya di usia 12 sampai 18 bulan.
Hewan Memiliki Semangat Makan yang Baik
Pastikan bahwa hewan memiliki semangat makan yang tinggi agar bisa memastikan bahwa hewan qurban tersebut berada dalam kondisi yang sehat. Hal tersebut bisa ditanyakan kepada penjual hewan terkait dengan kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan.
Biasanya, hewan dalam kondisi yang sehat ketika memiliki semangat makan yang baik juga. Ciri-ciri sehat lainnya adalah tubuh sangat lincah bergerak, kelopak mata yang segar, tidak terlihat bergelambir di leher, serta terlihat lembab di bagian cermin hidung. Untuk sapi, perhatikan bagian punggungnya, pilihlah hewan dengan punggung yang rata, tanduk yang seimbang serta kaki yang terlihat simetris.
Sunah Mengenai Pemilihan Hewan yang Diqurbankan
Ketika memiliki niat untuk qurban dengan cara kolektif, maka perhatikan bahwa jumlah orang untuk kolektif tidak lebih dari jumlah seharusnya. Setiap hewan qurban memiliki batas yang berbeda-beda, untuk sapi maksimal kolektif sebanyak 7 orang; untuk unta maksimal kolektif sebanyak 10 orang; sedangkan untuk kambing tidak boleh dilakukan secara kolektif pembelian hewannya.
Jangan lupa untuk memilih tempat jual hewan ternak qurban yang dapat dipercaya dengan kualitas yang baik namun tetap menuruti syariat. Perhatikan lingkungan sekitar tempat penjualannya, jangan sampai berada dekat pembuangan sampah dan terkena polusi karena akan berpengaruh pada kualitas hewan itu sendiri.
Proses Penyembelihan Hewan untuk Qurban
Setelah mengetahui beberapa syarat dan pemilihan hewan qurban, perlu diperhatikan juga cara menyembelih yang sesuai dengan syariat. Penyembelihan perlu diawali dengan niat untuk menyembelih dan membaca bismillah atau menyebut nama Allah. Penyembelihan lebih utama jika jenis kelamin hewannya adalah jantan. Hal ini telah ada dalam hadits, ditambah juga dagingnya memiliki kelebihan yaitu lebih enak, meskipun yang betina pun diperbolehkan.
Kemudian selanjutnya adalah hewan perlu diposisikan berbaring karena bersikap lebih lembut kepada hewan tersebut. Kemudian posisikan kaki di pipi hewan qurban. Selanjutnya memotong saluran makanan, pernafasan atau tenggorokan serta pembuluh darah. Dengan cara pemotongan tersebut, maka darah akan mengalir langsung sehingga menghindari penggumpalan darah. Cara ini perlu dilakukan sebanyak satu kali dengan cara yang tepat.
Setelah itu, pastikan terdapat aliran darah atau gerakan dar hewan yang disembelih, hal ini menandakan bahwa hewan tersebut memang benar dalam kondisi yang hidup. Kemudian pastikan juga bahwa proses matinya hewan qurban memang dari proses penyembelihan yang telah dilakukan.
Jika memang yang sedang berqurban juga sanggup untuk menyembelih sendiri, sebaiknya lakukan penyembelihan secara mandiri. Namun jika tidak mampu, maka bisa meminta diwakilkan kepada yang lebih paham tahapan dan prosesnya sesuai aturan Islam. Rasulullah pun pernah meminta untuk diwakilkan kepada Ali bin Abi Thalib.
Itulah beberapa cara memilih hewan qurban yang akan digunakan ketika qurban di Hari Raya Idul Adha atau yang dikenal dengan lebaran haji. Pastikan bahwa pemilihan hewan untuk qurban sesuai dengan syariat Islam agar sah syaratnya. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan dari tempat hewan tersebut.
Informasi Qurban Bandung 2021
https://linktr.ee/Qurbansukasuka



