Hal Penting yang Perlu Diketahui dalam Qurban Bandung! Qurban menurut pengertian harfiah adalah sebuah hewan sembelih. Bagi umat muslim, qurban menj adi salah satu hari raya selain Hari Raya Idul Fitri setelah berpuasa selama 1 bulan lamanya. Qurban dilaksanakan setelah sholat ied di tanggal 10 Dzulhijjah pada kalender Islam. Sedangkan untuk hukum qurban sendiri adalah sunnah muakad.
Sedangkan menurut bahasa Arab, qurban adalah dekat, maksudnya bermakna mendekatkan diri kepada Allah. Binatang sembelihan juga disebut sebagai ad-dhahiyyah, seperti unta, kambing, kerbau dan domba. Binatang-binatang qurban ini akan disembelih kemudian hasil sembelihannya dibagi-bagikan kepada sekitar dan yang membutuhkan.
Ketentuan dan Hal-Hal Mengenai Qurban Bandung
Pelaksanaan qurban sudah ada pada zaman Nabi dan Allah juga berfirman dalam surat Al-Kautsar dan surat Al-Hajj. Hewan qurban Bandung yang biasanya digunakan adalah hewan ternak seperti kambing, sapi dan unta.
Tapi di Indonesia, hewan yang paling sering digunakan ketika qurban adalah sapi dan kambing. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa qurban hukumnya sunah muakad bagi setiap muslim berakal yang telah baligh dan memang mampu. Berikut ini akan dibahas mengenai penjelasan lengkap terhadap hal tersebut dan ketentuannya.
Hukum Pelaksanaan Qurban Bandung Menurut Ketentuan Islam
Pada zaman Nabi Ibrahim, terdapat sebuah peristiwa ketika Nabi Ibrahim rela mengorbankan putranya untuk Allah. Kemudian ketika tiba waktu penyembelihannya, Allah menggantikan anak Nabi Ibrahim dengan seekor hewan, yaitu domba yang saat ini banyak dijadikan sebagai hewan qurban Bandung.
Hukum sunnah muakad bagi umat muslim untuk berqurban maksudnya sangat dianjurkan, atau anjurannya kuat. Bahkan dalam hal ini telah Allah firmankan pada surat Al-Hajj ayat 34. Hewan yang digunakan merupakan hewan-hewan ternak, yang lumrahnya di Indonesia adalah sapi dan kambing. Pernyataan hewan ternak juga tertera di dalam Al-quran surat Al-Hajj di ayat 34 bahwa binatang ternak yang bisa ikut qurban.
Jika memilih kambing sebagai hewan qurban Bandung, sebetulnya ada jenis kambing yang paling utama, yaitu jenis kabsy. Kemudian juga perhatikan dari kepemilikan dari hewan yang akan dijadikan qurban, jika didapatkan dari hasil yang tidak halal, maka qurban tidak sah.
Syarat Sah dan Ketentuan untuk Hewan yang Akan Ikut Qurban
Pemilihan hewan qurban sendiri terdapat ketentuan dan syaratnya, seperti umur yang harus berusia minimal atau lebih dari batasan minimalnya. Yaitu domba di usia 6 bulan yang telah memasuki bulan ketujuh, kambing di usia 1 tahun yang telah memasuki tahun kedua, sapi di usia 2 tahun yang telah memasuki tahun ketiga dan unta di usia 5 tahun yang telah memasuki tahun ke enam.
Selan itu, kesehatan fisik hewan qurban juga sangat perlu dicek agar syarat sahnya terpenuhi. Ada beberapa rincian yang Rasulullah berikan terkait ini, bahwa mata hewan qurban Bandung harus normal dan tidak mengalami buta pada mata di salah satunya; kemudian tidak mengalami pincang di bagian kaki salah satunya dan badan yang terlihat gemuk.
Bahkan ada juga yang menyebutkan bahwa hewan harus bersih lubang kumlah dan bulunya, punya semangat makan yang tinggi serta tidak dalam keadaan yang sakit. Selain itu, kriteria dan syarat lain adalah pastikan bahwa hewan yang ikut qurban di bagian telinga dan ekornya sempurna serta memiliki sumsum tulang belakang. Hal ini perlu dicermati karena jika terdapat suatu kekurangan dalam fisik, maka menjadi tidak sah qurbannya.
Tahapan Menyembelih Hewan untuk Qurban
Sebelum masuk ke tahapan penyembelihan, perlu diketahui bahwa proses penyembelihan qurban dilakukan setelah sholat ied. Bahkan penyembelihan juga bisa dilakukan di hari tasyrik, bisa di malam hari atau siang hari. Namun setelah melewati hal tersebut tidak ada proses penyembelihan hewan qurban Bandung lagi. Penyembelihan perlu diawali dengan niat untuk menyembelih dan membaca bismillah atau menyebut nama Allah.
- Penyembelihan lebih utama jika jenis kelamin hewannya adalah jantan. Hal ini telah ada dalam hadits, ditambah juga dagingnya memiliki kelebihan yaitu lebih enak, meskipun yang betina pun diperbolehkan. Kemudian selanjutnya adalah hewan perlu diposisikan berbaring karena bersikap lebih lembut kepada hewan tersebut. Kemudian posisikan kaki di pipi hewan qurban. Selanjutnya memotong saluran makanan, pernafasan atau tenggorokan serta pembuluh darah.
- Dengan cara pemotongan tersebut, maka darah akan mengalir langsung sehingga menghindari penggumpalan darah. Cara ini perlu dilakukan sebanyak satu kali dengan cara yang tepat. Setelah itu, pastikan terdapat aliran darah atau gerakan dar hewan yang disembelih, hal ini menandakan bahwa hewan tersebut memang benar dalam kondisi yang hidup. Kemudian pastikan juga bahwa proses matinya memang dari proses penyembelihan yang telah dilakukan.
- Jika memang yang sedang berqurban juga sanggup untuk menyembelih sendiri, sebaiknya lakukan penyembelihan secara mandiri. Namun jika tidak mampu, maka bisa meminta diwakilkan kepada yang lebih paham tahapan dan prosesnya sesuai aturan Islam. Rasulullah pun pernah meminta untuk diwakilkan kepada Ali bin Abi Thalib.
Kepada Siapa Daging Qurban Diserahkan?
Setelah penyembelihan dilakukan, daging hewan qurban Bandung kemudian dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Bagi yang memiliki rezeki lebih dan mampu untuk qurban di Hari Raya Idul Adha, maka orang yang melakukan qurban termasuk keluarganya pun sunahnya berhak untuk memakan daging hewan qurban.
Hal ini ada dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah ketika kembali ke rumah setelah sholat ied beliau makan hewan qurbannya. Kemudian selain itu, daging qurban juga sebaiknya diberikan kepada lingkungan sekitar; teman atau tetangga.
Lalu dibolehkan memberikan daging qurban kepada kerabat meskipun termasuk orang yang berada. Selain kerabat, pemberian daging qurban Bandung wajibnya pada fakir miskin. Bahkan perintah Allah kepada hambanya adalah mewajibkan memberi makan kepada saudara yang sedang membutuhkan, salah satunya adalah hewan qurban ini.
Hal yang Dilakukan Ketika Akan Qurban
Bagi yang memiliki niat untuk melakukan qurban, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melaksanakannya. Yang pertama adalah kuku dan rambut tidak perlu dipotong. Hal ini ada dalam Hadits Riwayat Muslim, bahwa Rasulullah bersabda ketika terlihat hilal di bulan Dzulhijjah dan ada hendak untuk berqurban, maka perlu menahan untuk memotong rambut dan kuku.
Kemudian, pelaksanaan qurban secara utamanya dilaksanakan selesai sholat. Namun, di hari setelahnya, yaitu hari tasyrik, penyembelihan juga masih bisa dilaksanakan. Penyembelihan hewan qurban Bandung tentunya harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan adabnya. Namun jika tidak sanggup maka bisa meminta untuk diwakilkan yang paham akan prosesnya.
Itulah beberapa ketentuan dan hal-hal penting yang perlu diketahui dalam qurban Bandung.Qurban di Hari Raya Idul Adha dikenal sebagai lebaran haji. Ketentuan dan hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya semoga dapat memberikan informasi mengenai qurban dan syaratnya.



